BAB 26: Sebuah Memory Card

1093 Kata

Pikiran Agacia berubah negatif saat Reagan membawanya ke apartemen. Saat mereka masuk ke dalam lift, tidak ada pembicaraan apa pun yang keluar dari bibir keduanya. Setelah sampai di depan pintu dan Reagan menekan password, barulah Agacia memundurkan langkahnya ke belakang. Sadar dengan perubahan wajah Agacia, pria itu hanya menahan senyumannya. “Ini tempat yang paling aman untuk membicarakan sesuatu yang rahasia. Aku tidak tinggal sendirian, tetapi bersama adikku. Kita tidak akan berada dalam ruangan berdua…” ujar Reagan menjelaskan dan mempersilakan Agacia untuk masuk. Agacia benar-benar masuk ke dalam. Aroma teh menguar ke indra penciumannya dan penataan ruangan yang rapi membuat Agacia terkesima. Apakah tempat tinggal seorang pria bisa serapi dan sebersih ini? Bahkan, rumah kontrakann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN