Saat kakinya menginjak ujung dari atap rumah penduduk, wanita itu mengencangkan ikat rambutnya. Memakai pakaian ketat serba hitam dengan topeng setengah wajah yang menutupinya, dia terus memperhatikan gerak-gerik dari sekelompok orang di bawah. Dengan menggunakan skill mempertajam mata, wanita itu dapat dengan jelas melihat semuanya tanpa sedikitpun kabut.
“Ketua, mereka telah aman. Apa kita perlu membantu orang itu?”
Bibir wanita itu terangkat, “Tidak perlu. Cukup jadi penonton saja. Pemimpin hanya ingin melihat bagaimana dia berkembang. Bagaimanapun mereka masih anak-anak yang manis.” katanya sambil terus menatap penampilan Arthur dalam tubuh samarannya.
***
Seperti dugaan Arthur, mereka akan mengejarnya dibandingkan dengan teman-temannya. Itu memang rencananya. Jika dengan teman-temannya, dia tidak akan bisa bertarung dengan leluasa. Arthur merekam jejak aura yang mengejarnya. Setidaknya ada sebelas orang termasuk Zarkaan yang mengejarnya saat ini. Jadi Arthur sengaja berlari menghindari kerumunan dan memungkinkan dia bertarung tanpa melukai warga sipil. Tidak lupa sambil berlari, Arthur sengaja membuat pola sihir ledakan pada titik-titik tertentu. Ini adalah pola sihir yang ditemukannya saat dia berusia empat puluh tahun. Sebuah pola yang mengambil unsur udara karbondioksida yang dia bentuk menjadi nitrogen oksida lalu dia simpan kedalam pola sihir. Arthur cukup memicu pola itu untuk membuatnya meledak.
Beberapa kali Arthur telah melewati belokan dan memasuki beberapa gang milik penduduk hingga saat dia sampai pada gang buntu dimana hanya ada dua rumah yang terlihat tidak berpenghuni lama.
Zarkaan dan kelompoknya berhenti mengejar dan tertawa. Mungkin saja mereka mengira Arthur telah terpojok dan tidak memiliki celah untuk melarikan diri. Arthur mengikuti permainan mereka. Dia segera berpura-pura memasang wajah takut.
“Ha ha , kau terlalu bodoh untuk melarikan diri. Karena kau memilih melawan kami, maka kau harus bersiap untuk mati!”
“Kalian berani membunuh disini? Apa kalian tidak takut petugas keamanan akan menangkap kalian?”
Zarkaan tertawa terbahak-bahak. “ petugas keamanan? Kau bercanda! Aku akan mengatakan padamu karena sebentar lagi kau akan mati, semua petugas keamanan yang ada disini tidak akan pernah bisa menyentuhku dengan perlindungan kerajaan.”
“Perlindungan kerajaan? apa kau merupakan anak buah dari salah satu anggota kerajaan?” Arthur mencoba menyelidik.
“Yah, baiklah akan aku katakan padamu sebagai hadiah sebelum kemenanganmu. Kelompok kami adalah bawahan dari pangeran Victor. Nah sekarang kau tahu kan betapa bodohnya dirimu menentang kami?” kembali Zarkaan tertawa keji.
‘Victor? Aku tidak menyangka dia terlibat dalam kelompok Arundal. Seharusnya aku tahu bahwa penelitian busuk berskala besar seperti itu tidaklah mungkin tanpa latar belakang kuat dibelakangnya!’
Arthur tidak bisa tidak terkejut. Baginya Victor hanyalah pangeran boneka yang hanya tahu bagaimana bermain. Dia memang kejam, namun dia tanpa bakat menonjol seperti Vanessa—kakaknya. Jika saja bukan karena aturan dimana pemimpin Asternal haruslah seorang laki-laki, Arthur yakin Hayde akan lebih memilih Vanessa menurunkan tahtanya.
Arthur tidak lagi memasang wajah ketakutannya. Dia menatap mereka dengan tatapan tajam, “Aku sangat berterimakasih atas informasi yang kalian berikan padaku.” ucapnya.
“Aku akan mengatakan pada kalian, namaku adalah Arthur. Kalian mungkin tidak akan sempat membicarakanku, karena tidak akan ada mayat yang dapat berbicara untuk masa ini.”
Lalu dengan sapuan tangan di wajahnya, sosok Arthur kini telah berubah ke wujudnya yang asli. Dengan pakaian sihir sekali pakai, pakaian yang dikenakannya kini menyusut menirukan bentuk badannya yang asli.
Zarkaan dan kelompoknya terlihat sangat terkejut. Terutama Zarkaan, dia adalah petualang dengan bakat sihir rank A. Dia sudah beberapa kali melakukan raid ( berburu di dalam dungeon) dengan berbagai kelompok salah satunya adalah mage. Namun dia belum pernah menemukan seorang mage yang dapat mengubah wajahnya seperti yang Arthur lakukan. Zarkaan berpikir bahwa kemungkinan sosok Arthur saat ini hanyalah samaran agar saat mereka bertarung, identitas Arthur tidak terbongkar. Bahkan karena hal itu Zarkaan sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Arthur tadi.
“Saudara, jadi kau adalah seorang mage? Bagaimana dengan kesepakatan? Ikutlah dengan kelompokku, kau akan aku jadikan asisten terpercayaku.” melihat bagaimana kemampuan Arthur, pikiran keji Zarkaan jelas tidak akan menyia-nyiakan bakat seperti itu.
“Bergabung dengan kelompokmu? Apa untungnya untukku?” diam-diam saat mengatakan hal itu, tangan Arthur dibelakang telah memadatkan energi mana siap untuk menyerang mereka.
“Saudara, kau mungkin tidak tahu karena ini masih merupakan rahasia diantara kelompok kami. Saat ini kami tengah melakukan penelitian tentang penggabungan inti mana dari binatang spiritual atau monster yang ada di dugeon dengan tubuh kita. Dengan begitu kita akan menjadi sangat kuat!” Zarkaan mencoba bernegosiasi.
Arthur tahu bahwa saat ini Zarkaan jelas memiliki pikiran untuk membunuhnya jika dia tidak mau bergabung dengan kelompok mereka. Mengingat lelaki itu membocorkan hal sangat rahasia, kelompok mereka jelas sangat membutuhkan seorang mage. Kemungkinan itu untuk penelitian mereka.
“Hanya itu? aku sudah cukup kuat.” Arthur kembali memancing. Mungkin karena merasa Arthur tertarik, Zarkaan mulai sedikit mengendurkan penjagaannya.
“Tidak hanya itu! kau tahu? Ini masihlah rahasia bahkan dikalangan bangsawan. Beberapa tahun lalu saat melakukan raid, aku menemukan sebuah potongan peta. Sebuah peta di dalam dungeon tentu saja tidak mungkin sia-sia bukan?”
“Apa yang menarik dengan hanya peta? Bisa saja itu hanyalah peta biasa yang ditinggalkan oleh petualang yang gagal dalam raid.” Arthur menimpali.
“Aku dapat menjamin itu tidak mungkin. Itu adalah peta yang keluar saat kami berhasil membunuh bos dungeon rank A.”
Arthur tahu bahwa setiap dungeon memiliki bos tersendiri. Namun itu tidak selalu keluar. Hanya ketika kita berhasil masuk ke bagian paling dalam dungeon dan membunuh banyak monster di dalamnya, bos akan keluar. Hal itupun sangat sulit, mengingat setiap kali bos dungeon mati, maka gate akan otomatis hilang, dan biasanya bos dungeon itu akan menjatuhkan beberapa item aneh yang tidak mungkin berasal dari bumi. Dan baru kali ini Arthur tahu bahwa ada bos yang menjatuhkan sebuah peta. Dia tidak pernah mendengar hal itu di masa lalu. Itu berarti peta itu bukanlah peta biasa.
“Bagaimana? Apakah kau tertarik gabung bersama kami?” Zarkaan kembali menawari.
Arthur tersenyum skeptis, lalu dengan satu lambaian tangannya dia berhasil membunuh empat anak buah Zarkaan dengan serangan mendadak. Mereka jelas telah menurunkan kewaspadaan mereka sehingga bola api dari mana yang dibuat oleh Arthur berhasil membuat mereka tumbang tanpa perlawanan.
“Aku rasa ini jawabanku. Terimakasih atas informasimu!”
“Kurang ajar kau ! bunuh dia!” jelas sekali Zarkaan sangat marah dengan kecerobohannya. Masih ada tujuh orang termasuk Zarkaan. Dengan perintah Zarkaan, semuanya langsung menyerang Arthur secara bersamaan. Namun Arthur tidak sedikitpun merasakan takut. Dengan senyum diwajahnya Arthur melemparkan uang koin di sakunya tepat disamping mereka lalu dia melompat keatas tembok.
Awalnya Zarkaan dan lainnya menghentikan langkah mereka, namun setelah beberapa detik sadar bahwa tidak terjadi apa-apa, Zarkaan semakin emosi dan tidak menghiraukan koin itu menggelinding mengitari mereka.
“abocah sialan! Itu hanya tipuan! Segera tangkap dia!”
Arthur terbahak, “Dasar bodoh.”
Dengan satu jentikan jari, koin yang menggelinding itu terdiam dan…Boom!
Sebuah ledakan muncul disusul dengan ledakan lain. Ledakan itu muncul pada setiap pola yang dibuat oleh Arthur disaat pelariannya. Koin adalah pemicu dari ledakan yang terjadi. Pada saat melemparkan koinnya, Arthur sengaja memberikannya sihir agar koin dapat bergerak sesuai dengan arahan Arthur. Setiap kali koin itu berhenti, maka ledakan akan terjadi di sekitarnya.
Satu persatu anak buah Zarkaan tumbang terkena ledakan. Hampir semua anggota tewas di tempat atau mengalami luka bakar yang serius yang memungkinkan mereka tidak dapat bergerak sama sekali. Zarkaan tidak terkecuali, namun dengan kekuatan fisik miliknya dan latihan yang telah dia kembangkan selama ini, Zarkaan hanya mengalami luka fatal di kaki kirinya namun tidak menghalanginya untuk bergerak.
“Aku akan membunuhmu!” suara gemuruh datang dari tubuh Zarkaan. Arthur dapat merasakan tekanan yang sangat besar dari aura yang dipancarkan oleh Zarkaan. Tidak lama setelah itu, ledakan datang dari Zarkaan dengan pola sihir membantai tergambar dibelakang tubuh Zarkaan. Bola cahaya merah menyala langsung melesat menuju kearah tubuh Arthur. Arthur segera menghindar, namun tetap saja sebagian lengannya telah terkena bola api itu.
“ucgh!” inilah kekuatan Rank-A yang nyata!
Arthur merasa seolah-olah tulang di persendian tangannya terpisah lalu mati rasa. Bahkan Arthur yang telah mengalami hidup dan matipun tidak dapat merasakan rasa sakit ini. Sungguh sial dengan tubuhnya saat ini yang belum terlatih dengan baik. Jelas rank nya lebih tinggi, namun kekuatan pengalaman jelas menempa tubuh Zarkaan lebih baik darinya.
Sebelum Arthur pulih dari rasa sakitnya, bola api kembali mengincarnya. Arthur segera melompat dan menghindarinya. Perbedaan kekuatan mereka sungguh jauh. Arthur mengaktifkan sihir ledakan lagi dan itu berhasil mengenai tubuh Zarkaan, namun karena amarah, Zarkaan seolah-olah tidak merasakan sakit sama sekali pada tubuhnya dan tetap melancarkan serangan ganas padanya.
Arthur terdesak. Meskipun dia tidak panik, namun jelas jika ini terus berlangsung, dia akan mati di tangan Zarkaan. Arthur tidak punya pilihan lain selain mengeluarkan pedang naga hitam yang merupakan pedang yang dia gunakan untuk melawan Balbark di masa lalu. Sebenarnya Arthur baru mengetahui hal itu tatkala dia melihat isi dari cincin keluarganya disaat dia penasaran dengan benda apa saja yang ada di dalam cincin spasial keluarga. Betapa terkejutnya dia saat melihat ada pedang naga hitam di cincin keluarganya. Bentuk pedang itu masih utuh. Padahal Arthur yakin bawah pedangnya itu telah patah dan hancur saat dia mencoba menusuk jantung Balbark dengan pedang itu. Arthur berpikir bahwa kemungkinan pedang itu ikut bereinkarnasi dengannya dikarenakan pedang itu juga telah mengenai jantung Balbark.
Namun pedang itu pada dasarnya hanya dapat digunakan dengan mana yang besar dan memakan banyak energi jiwa. Tapi ini satu-satunya cara agar dia dapat mengalahkan Zarkaan. Arthur mengambil pedang naga hitam di dalam cincin spasial miliknya meskipun dia harus menerima secara langsung tembakan bola api dari Zarkaan. Saat dia telah mengumpulkan energi dan disalurkan pada pedang itu, dia mengayunkannya dengan seluruh tenaganya kea rah Zarkaan.
Dentuman ledakan terdengar dari tabrakan antara bilah cahaya dari pedang naga hitam dengan bola api yang dikeluarkan Zarkaan. Zarkaan langsung terpental. Pola serangan sihir yang tergambar di belakang punggungnya langsung pecah—dia batuk darah. Arthur dapat memastikan bahwa organ dalam Zarkaan pasti telah terluka parah. Jadi saat Zarkaan dalam keadaan lemah, sekali lagi Arthur mengayunkan pedangnya pada sosok Zarkaan.
“Argh!” teriakan Zarkaan tidak terelakkan. Tubuhnya telah terpotong menjadi dua bagian oleh pedang Arthur. Dua pengikut yang terluka parahpun tidak luput dari tebasan cahaya pedang Arthur dan mereka mati seketika.
“Akhirnya…” Arthur bergumam lirih. Kakinya tidak dapat lagi menopang tubuhnya dan dia jatuh terduduk. Meskipun dia dapat mengalahkan Zarkaan, namun kondisi tubuhnya tidak dapat dikatakan baik. Dengan menahan sakit di sekujur tubuhnya, Arthur berusaha bangkit perlahan untuk mendekati mayat Zarkaan. Tanpa rasa jijik, Arthur segera menggeledah tubuh Zarkaan dan benar saja, dia menemukan peta yang dibicarakan Zarkaan itu ada dibalik bajunya yang telah terkoyak. Saat ini cincin spasial adalah hal yang masih langka dan hanya keluarga kerajaan atau siswa akademi yang memilikinya. Tidak seperti keluarga kerajaan yang memiliki cincin spasial berukuran seukuran kamar, milik siswa akademipun hanya memiliki spasial tidak kurang dari ukuran gerobak sapi. Dengan harga yang sangat tinggi. Jadi wajar saja Zarkaan masih menyimpannya di balik pakaiannya. Kemungkinan meskipun menjadi bawahan Victor, Victor masih belum menempatkan mereka sebagai tangan kanan. Jadi fasilitas mereka hanya sebatas perlindungan hukum pada mereka saat berbuat onar.
Kini peta itu ada di tangan Arthur. Itu bukanlah peta lengkap melainkan hanya sebatas potongan saja. Saat Arthur mengambil peta itu, jelas peta itu telah berlumuran darah dari Zarkaan, namun secara ajaib darah itu tiba-tiba saja seolah terserap oleh potongan peta itu hingga bekas darah itu hilang tak tersisa sama sekali—peta itu kembali bersih. Arthur sangat terkejut melihat hal itu.
“Mungkinkah ini perkamen kutukan?” ada beberapa item yang bukan membawa sebuah manfaat namun justru sebuah kutukan bagi yang menemukannya. Itu sering terjadi di dalam dungeon.
Namun saat Arthur mulai membuka peta itu, bola mata Arthur segera membulat, hatinya tidak dapat menahan rasa keterkejutannya. Aura yang kuat yang dipancarkan dari peta saat dia membukanya, seolah-olah peta itu membuat jiwanya tersedot didalamnya, Arthur sangat ingat perasaan seperti ini. Tangan Arthur bergetar saat memegang peta itu,
"Ini…potongan peta penempatan jantung Balbark!” begitu Arthur berteriak, saat itu juga dia kehilangan kesadarannya.
Jauh saat pemuda itu tidak sadarkan diri, dari langit sosok wanita berbaju hitam melihat kebawah namun tidak ada niatan untuk turun. Dia hanya menikmati melihat sosok Arthur yang telah berubah wujud seperti semua secara perlahan.
“Ketua, apa kita perlu menolongnya?”
“Tidak perlu. Cukup pancing teman-temannya kesini.”
“Baik ketua.”
“Kita akan kembali dan melaporkan hal ini. Potong bagian dimana dia mengambil kertas itu.”
Lalu keduanya menghilang di senja itu.
***
Saat Arthur membuka matanya, hal yang pertama dia lihat adalah wajah cemas Adele dan juga Aiden yang berdiri disampingnya.
“Kakak! Kau akhirnya bangun!” Adele tidak dapat menahan kegembiraannya saat melihat Arthur membuka matanya.
"Aku kira aku harus memanggil dokter segera jika kau tak kunjung membuka mata.” Aiden berkata.
“Berapa jam aku tidur?” tanya Arthur. Dia tahu bahwa dia telah kehabisan tenaga dalam pertempurannya tadi. Apalagi dengan menggunakan pedang naga hitam itu, jelas tenaganya sama sekali tidak ada yang tersisa.
“Aku rasa itu bukan tidur melainkan pingsan. Kau pingsan selama lima jam.” ucapan Aiden membuat Arthur terkejut.
“Selama itu?” Arthur lalu melihat sekelilingnya. Melihat dekorasi ruangan, ini jelas bukan akademi ataupun rumah, jadi Arthur dapat bernafas lega.
“Saat ini kita ada di penginapan Owsvon. Saat kami mendengar ledakan yang begitu besar, kami langsung menuju sumber ledakan. Kami yakin itu dari kelompok preman itu dan kau. Untung saja itu sangat jauh dari pasar, sehingga warga mengira itu hanyalah bencana biasa yang di hasilkan oleh gate baru yang akan terbentuk. Jadi warga panik mulai mengungsi dan menutup toko mereka. Salah satu tokoh mungkin saja segera melapor ke petugas tentang kemungkinan terjadinya gate baru.” saat melihat wajah Arthur, Adele dengan cerdas menjelaskan kepada Arthur bagaimana dia dapat berakhir disini.
Menghela nafas, Adele melanjutkan, “ untung saja kamu benar. Kaulah yang menyebabkan ledakan itu. kakak, apa yang kau lakukan hingga dapat membuat ledakan begitu dahsyat dan membunuh kelompok itu seorang diri?”
“Itu adalah pola ledakan sihir. Aku akan mengajarkan kalian saat kita kembali ke akademi. Ngomong-ngomong dimana yang lainnya?” tanya Arthur yang mendapati tidak ada Patrick, Prisillia, Simoc ataupun Lohan.
“Simoc dan yang lainnya telah kembali ke akademi untuk menghindari kecurigaan. Semua bahan yang kita beli juga telah dibawakan oleh Simoc. Jadi ketika kau sudah lebih baik, sebaiknya kita juga segera kembali ke akademi.” kali ini Aiden yang menjawab.
“Kau benar, sebaiknya sekarang kita kembali. Aku yakin saat ini petugas keamanan telah menemukan banyaknya mayat. Aku tidak yakin, tapi mungkin jika polisi menemukan jejak sihir yang dipakai oleh kita, kita akan dalam masalah jika tidak ada di akademi."
Aiden ingin bertanya lebih jauh. Tentang bagaimana Arthur dapat mengalahkan sebelas orang dengan rank B sampai A seorang diri, bagaimana mayat itu seolah tertebas sesuatu namun Arthur sama sekali tidak membawa alat, atau bagaimana Arthur ditemukan dengan kondisi yang sangat baik selain kekurangan energi. Namun Aiden menahan semua itu karena saat ini memang mereka harus segera kembali ke akademi.
“ Simoc telah membelikan tiket teleportasi untuk kita bertiga sampai ke taman dekat akademi. Dari sana, Adele dapat menggunakan sihir persembunyian untuk memasuki akademi. Kita akan langsung ke ruang latihan akademi kelas satu karena Simoc telah memberikan alasan itu disana.”
Arthur reflek bertepuk tangan, “ Wow! Kalian sungguh sangat mempersiapkan diri dengan sangat-sangat baik!”
“Hentikan itu! cepat bangun dan kita akan pergi.”
Dengan berkata seperti itu, Aiden berbalik badan menuju keluar pintu. Kemungkinan dia akan membayar biaya penginapan sebelum mereka pergi.
Sepeninggal Aiden, Adele masih menunjukkan wajah cemas pada Arthur , “Kakak, apa kau bisa berjalan?”
“Jangan cemas, aku baik-baik saja. Ayo kita kembali sekarang juga.”
‘Sesampai di akademi, aku harus segera mencari tahu kenapa potongan peta Balbark muncul saat ini.’