Zack menatap ke dataran bekas pertempuran dahsyat mereka yang tiada habisnya. Mayat bergelimpungan, darah menggenang di mana-mana adalah bukti bahwa perang belum usai. Para penduduk yang masih berjuang sangat bersemangat melihat manusia yang mampu melawan Hans. Mereka tak tahu bahwa sejatinya orang itu adalah Ares. "Ada apa? Sepertinya kau menyesal, Zack." Hans membuat banyak panah es dibelakangnya, siap di luncurkan ke arah Zack. "Apakah kau harus sejauh ini?" Melihat semua orang tak berdosa mati sia-sia, hatinya sangat sakit. "Inilah hidup, Zack. Dan aku memang tak punya pilihan lain." Panah itu di arahkan ke atas, siap menghujani orang yang berada di tanah. "Kau gila!" Zack melindungi mereka yang berada di darat dengan menggunakan angin miliknya, tak lupa ia memukul wajah

