Setelah sampai di Kerajaan Adeus, Hans meminta Martin untuk mengikutinya masuk ke dalam ruangan. Pria itu tanpak kesal, melempar jibah kotor yang dikenakannya. Bahkan ia sampai menghancurkan barang yang ada ditemui. Kalau Martin hanya berdiam diri, tak mau komentar apapun. Jujur saja ia sendiri terlampaui syok dengan fakta bahwa Hans adalah pemimpinnya selama ini. "Siapapun di luar! Panggil Peduso kemari!" Suaranya menggelegar memenuhi ruangan. Moran yang tak sengaja lewat pun sempat kaget dibuatnya. "Bukankah tuan sedang pergi? Kenapa secepat itu dia kembali." Gadis itu pun bergegas pergi menemui Lanka. "Tuan," panggil Moran dengan wajah cemasnya. "Katakan, Moran." "Tuan sudah kembali. Bagaimana dengan rencana kita?" Moran berjalan gelisah mondar-mandir tidak karuan. "Tenan

