Sebelum pria bertudung pergi ke bumi. Dia memanggil ke Peduso dan Kennet bersama. Entah apa yang direncanakannya Kennet sendiri juga tak tahu. yang dilakukan hanyalah pura-pura mengikuti perintah dari sang pemimpin pemberontakan. "Aku akan pergi untuk beberapa waktu. Keamanan Lanka aku serahkan kepada kalian," katanya sltanpa menoleh. "Kennet... kau boleh pergi!" Dia ingin bicara empat mata dengan Peduso tanpa diketahui oleh Kennet. Kewaspadaan nya memang terlampaui tinggi. "Apa yang ingin tuan bicarakan?" "Awasi Amerta. Jangan sampai lengah. Jika ada yang mencurigakan, kau kurung dia di penjara bawah tanah. Ingat..., tak ada luka untuknya." "Perintah tuan adalah hidup dan matiku." Peduso menyeringai, keluar dari ruangan begitu mendapatkan perintah. Pria bertudung itu pun juga ik

