Pria bertudung sedang mengamati seluruh ruangan dari atas. Ada yang menarik perhatiannya karena tumpukan harta karun yang mencolok. Setelah di amati, ternyata ada cahaya putih berkedip samar. Matanya dipertajam, lalu tersenyum. "Tuhan memang berbaik hati padaku. Di tempatku menyergap, bola kehidupan elemen angin pun muncul. Aku tak akan gegabah." Dia mengerutkan kening saat mendengar sesuatu yang bergeser. Ternyata Justin bersama Zack masuk ke ruang harta karun. Rasa waspada Zack yang masih sama membuatnya tak heran sama sekali. Lagi pula dia juga tak peduli. Yang terpenting adalah merebut ke empat bola kehidupan jika sudah berkumpul menjadi satu. "Zack, apa yang kau pikirkan? Jangan melamun! Aku yakin bola itu ada ditumpukan harta yang ada di sana," tunjuk Justin ke arah yang di

