Angin sepoi-sepoi menerpa daun dan juga rumput yang hijau. Aroma tumbuhan dan bunga bermerkaran tercium jelas di hidung Zack. Posisinya sangat nyaman, sehingga ia enggan untuk berpindah tempat. Langit biru, dihiasi awan putih dan juga burung-burung terbang di langit. Zack merasa sangat nyaman, sampai tak ingin bangun. Tubuhnya terlentang si tengah bukit yang sangat indah. "Sejuknya," gumam Zack sambil menutup mata. Aneh rasanya karena merasakan kenikmatan surga dunia. "Apa kau betah tinggal di sini?" tanya seorang bocah tujuh tahun berambut ikal. Zack pun bangun dari tidurnya. "Siapa kau?" tanyanya dengan tergesa-gesa. "Kenapa kau bisa lupa padaku setelah berpisah?" Bocah rambut ikal itu tersenyum, "Aku menunggumu bersama Madam Nana." Zack tak pernah mendengar siapa Madam Nan

