Aku membiarkan tanganku digenggam Beni selama beberapa saat. Padahal yang sebenarnya terjadi, aku ingin menepis tangannya dari tadi. Perasaan risih membuatku serba salah. Aku tidak suka dengan interaksi fisik yang dilakukan oleh Beni ini. Apalagi adanya Vio membuatku tidak bisa melepaskan genggaman tangannya. Aku selalu menjaga jangan sampai Vio melihat kejanggalan hubungan kami. Bagiku cukup Vio mengetahui jika aku dan papanya baik-baik saja. "Apa yang kamu rasain?" tanyaku kemudian sambil perlahan melepaskan tanganku. Aku mundur dari posisi berdiriku sebelumnya agar Beni tidak bisa menggapai tanganku lagi. Aku tidak suka dengan interaksi yang terjadi di antara kami. Genggaman tangan Beni tadi malah membuatku ketakutan, sama sekali tidak tidak ada debaran yang kurasakan. Sudah kuduga, da

