"Sejak kapan Beni ada di kota ini? Kenapa kamu nggak cerita?" Aku menunduk berusaha menyembunyikan wajahku dari tatapan mata Mama. Di depanku duduk Mama dan Papa seolah-olah sedang menginterogasi kesalahanku. Kalau sudah seperti ini, aku tidak bisa mengarang kebohongan lagi. Beberapa saat yang lalu Beni baru saja meninggalkan rumahku setelah menghabiskan waktu mengobrol dengan Papa. Entah apa yang dibicarakan mereka, karena aku tidak berminat bergabung. Aku ingin bertanya pada Papa, apa saja yang dibicarakannya. Tapi sepertinya lebih baik aku menunggu Papa yang membicarakannya. Jika Papa hanya diam, itu artinya aku memang tidak boleh untuk mengetahuinya. "Nggak penting, Ma. Lagi pula dia cuma ingin bertemu Vio kok," sahutku setah menemukan jawaban yang tidak akan membuat Mama bertanya-ta

