50 KENANGAN KESAYANGAN

1067 Kata

Malam tadi benar-benar seperti neraka. Tak banyak yang bisa Iif lakukan selain meringis dan berteriak. Tapi, karena ia dan Indra kompak tidak ingin ada tetangga yang mendengar itu, jadi mulut Iif dibekap sapu tangan sampai urut mengurut itu selesai. Alhasil, sepagian ini mulutnya pegal-pegal. Ditambah efek pijat itu muncul di pagi harinya, lengkaplah sudah penderitaan Iif. Tahu apa? Selain mulutnya pegal, tubuhnya juga kaku seperti batu--atau nyaris, karena ia masih bisa bergerak sedikit. Salah satunya untuk menerima telepon yang dibawakan Indra. Pagi ini pria itu yang melakukan tugas rumah. Dia membawakan telepon ke kamar, rela mengulur kabel telepon, hanya untuk membuat orang di seberang sana yakin dengan kabar yang dibawanya. "Mar," Indra membeo. "Kenapa nggak langsung bilang kaya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN