28 MALAM PERTAMA

1911 Kata

*** “Permintaan maaf diterima, tapi perizinan kamu nggak aku perkenankan. Kalaupun itu sampai terjadi,  yang terjadi setelahnya ditanggung kamu sendiri.” ***   Menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup itu, Iif jadi membenci pikirannya sendiri. Mandi, yuk? Mandi gih mandi! Iif menyindir pikirannya sendiri. Suara air gayung yang tadinya ramai di dalam, berhenti dan menjadi sepi. Tak lama, Indra keluar dan mempersilakan Iif masuk. Akan tetapi, sebelum kalimat persilahan itu disambut, Dodi berlari menyongsongnya dari pintu dapur. Iif memandang adik lelakinya itu dengan heran. “Kenapa, Dod?” “Itu,” Dodi menghentikan langkahnya dengan segera, “ada telepon!” “Dari siapa, Dod?” tanya Indra langsung. Menjawabnya, Dodi melihat Indra sejenak. Selanjutnya, ia menarik tangan Iif s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN