*** “Aku gak suka laki-laki pengecut, Mar.” *** AKHIRNYA, kemudian ia tahu kalau alasan Darwis tidak kembali ke Bogor adalah kontraknya sudah habis di toko buku itu. Namun, sejak hari itu tak sekalipun mereka bertemu. Iif menghindari Darwis, begitu juga sebaliknya. Mereka bukannya tak menyadari bahwa Mar sama sekali tidak menginginkan semua ini terjadi. Mau tak mau, Mar harus menerima keputusan mereka. Dan, perang dingin itu berlanjut kepada hari sakralnya---di mana Iif dan Darwis dipertemukan dalam acara Mar. Bukan pertunangan lagi, tetapi pernikahan yang diadakan pada bulan Februari, tanggal 10, tahun 1991, genap 20 tahun usia Mar. Ya, Mar memutuskan menikah muda. Namun, Mas Sutomo yang sudah 25 tahun dan mapan membuatnya mantap melangkah ke jenjang yang lebih serius. Mar pi

