"Satu ... dua ... tiga ... empat ... lima ... enam ... tujuh ... delapan ... sembilan ... sepuluh! Mana ya, Lina, ya ...." Iif masih belum bisa bangkit dari atas kasur, tentu saja. Namun, Lina tidak bisa menunggu Indra lebih lama lagi. Akhirnya, dia sendiri yang berinisiatif berkata begini, “Lina yang cari Lina!” Meski mengerutkan dahi mendengarnya, tak ayal Iif mengangguk juga. Sudah sepuluh menit mereka bermain, intinya yang Lina inginkan dari permainan petak umpet alanya itu ia akan bersembunyi, lalu beberapa menit kemudian Iif mengucapkan seperti di atas, dan tak lama berselang Lina muncul dengan wajah bahagianya di depan pintu, lalu bertanya, “Tadi aku ngumpet di mana?” Jika jawaban Iif betul, dia akan menyebut, “Aku jaga!” dan giliran ngumpet berpindah pada Iif. Sudah bisa dite

