Kini hanya tinggal mereka berdua. Malam ibarat memutar lagu sedih untuk mereka. Keduanya membisu dalam pikiran masing-masing hingga bersiap tidur. Kalau Iif, entah kenapa setelah tadi siang ia tidak enak hati bicara lebih banyak dengan Indra sebelum pria itu yang menegurnya duluan. Tahu, kan, kalau sudah begitu berapa banyak kata yang akan terucap di antara mereka berdua? Pertanyaan sebatas sudah makan atau belum, mau makan apa, hingga mandi pakai air hangat atau dingin menjadi kata-kata yang bergulir di antara mereka seharian ini. Kaku, dan Iif bosan dengan interaksi begitu. Haruskah ia menanyai Indra secara khusus tentang perasaannya terkait kedatangan Darwis? Tapi, Iif juga tidak mau diserang balik. Lantas, apa yang harus ia lakukan? Sejujurnya saja bertanya, “Darwis bicara apa-apa

