Ryu pergi lagi ke Jepang, di waktu tiga minggu menjelang pernikahannya. Ia masih punya banyak orang untuk mengurus semua yang berkaitan dengan upacara sakral itu. Anggun pun ditinggal sendiri lagi. Sejak Desa Sekar Wangi telah sembuh dari wabah, ia tak lagi sibuk mengotopsi mayat setiap hari. Ada memang yang harus dikerjakan tetapi tidak banyak. Dokter forensik itu diminta oleh Ryu untuk mulai memperhatikan dirinya sendiri, seperti ; pergi luluran, ke salon, atau apa saja yang bisa membuat dirinya terlihat semakin bersinar jelang pernikahan. Sebab Ryu ingin agar tunangannya menjadi yang paling cantik di hari H nanti. Dan di sini Anggun berakhir. Rambut hitam panjangnya di steam di salon yang dulu menjadi tempat mantan istri Ryu perawatan. Kebetulan pula yang mengurusnya salah satu penduduk

