Naomi melepaskan belati dari sarungnya. Samurai wanita itu meletakkan sandal kayu kemudian masuk ke dalam kamar di mana para biksu yang sakit sedang sekarat dan tinggal menunnggu detik-detik kematiannya. Naomi menjerit dan ingin menikam leher salah satu biksu. Namun, perhatian samurai perempuan itu teralihkan oleh kilatan cahaya yang tiba-tiba masuk ke kamar para biksu. Lelaki yang taat menyembah Budha itu tak boleh mati dibunuh melainkan harus mati secara alami agar organ tubuhnya masih bisa dimanfaatkan oleh si rambut putih. Wanita bermata sipit itu keluar, ia mengikuti kilatan cahaya yang berlarian di sekitar kuil. Ia memanjat tembok dan berlari di atasnya, lalu menaiki genting dan berkejar-kejaran dengan sesuatu yang abstrak. Entah apa yang Naomi kejar. Ia juga tak tahu, hanya naluri

