Bagian 53 “What thel hell, ini nggak mungkin.” Anggun syok, ia kaku dan tak bisa bergerak. Naomi menunjukkan pedangnya yang mengilat pada tiga mayat hidup tanpa pikiran itu. Ia berbicara dalam bahasa Jepang dan didengar oleh Ryu. Naomi mengatakan agar lekas pergi dari sana. Urusan mayat hidup menjadi tanggung jawabnya. “Kita pergi dari sini.” Ryu menarik tangan istrinya, tapi … “Ke mana? Ini hutan, Ryu!” Anggun masih tak bisa bergerak. “Kau mau mati di sini, hah?” Ryu bersikeras. “Aku nggak bisa gerak, tolong.” Mata Anggun berembun. “Kenapa tidak bilang dari tadi.” Ryu memapah tubuh Anggun sampai di depan pintu. Salma mengikuti keduanya. “Oke, aku udah bisa gerak.” Lekas Anggun menoleh ke belakang tapi wajahnya ditarik dengan cepat oleh Ryu. “Apa pun yang ada di dalam ruma
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


