Kebencian

1803 Kata

Berjalan lagi ketiga orang itu sampai tak tentu arah sudah berapa kali berputar-putar. Salma terbang ke arah mereka ketika sudah berhasil keluar dari timbunan di dalam tanah. Gadis tak berdosa itu pun tak tahu harus ke arah mana. Ia benar-benar sosok yang polos, saat masih hidup saja senangnya berada di dalam rumah, dan ketika sudah mati juga hanya ingin sesegera mungkin arwahnya berada di tempat yang seharusnya. Lambat laun mereka menyerah juga akhirnya. Kaki sudah lelah dan tangan pun tak kuasa menunjuk-nunjuk lagi. Layaknya musafir di padang pasir, kehausan di tengah padang gurun. Diam-diam Anggun memejamkan mata. Ia sadar sebagai seorang muslimah banyak melakukan pelanggaran besar. Mulai dari tidak menutup aurat, bahkan sudah berani tinggal bersama laki-laki yang belum menjadi suamin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN