Ryu memaksa Anggun untuk menginap di rumahnya, sebab jika sendirian di apartement, entah apa yang akan terjadi pada tunangannya itu. Pria separuh Jepang tersebut paham pasti ada yang tak beres dengan semuanya, sebab Anggun sedang menangani wabah persis ketika dulu orang-orang di sekitar kakek moyangnya mati satu demi satu. “Tapi kita belum nikah.” Anggun berusaha menghindar tinggal di rumah Ryu. “Kamar di rumahku banyak, silakan kamu pilih mau pakai yang mana.” Mobil itu berhenti di depan pintu masuk rumah besar Ryu. Bukan pertama kalinya Anggun ke sana, hanya saja ia tak berani menelisik sampai ke kamar. “Aku pilih yang ini aja.” Anggun melihat kamar yang tak terlalu besar. Ia butuh istirahat sesegera mungkin sebab sangat lelah usai interogasi ditambah kecelakaan ringan yang ia alam

