Bagian Lima Puluh Satu

1021 Kata

*** Selesai makan siang, Isyana tidak langsung pulang dan masih berada di ruang kerja Sean. Bukan tanpa alasan, dirinya menetap lebih lama karena merasa bosan di apartemen sendirian. Diberi saran pergi ke mall, Isyana menolak, karena meskipun rekeningnya kini gendut, dia memilih untuk mengirit agar jika sewaktu-waktu rumah sakit meminta uang, dirinya tak akan kerepotan. “Mas, boleh nggak saya tidur?” Setelah sebelumnya sibuk dengan ponsel, Isyana bertanya sambil menoleh pada Sean. Berbeda dari dia yang tak punya pekerjaan sama sekali, sang suami justru nampak sibuk dengan macbook dan setumpuk dokumen di atas meja. “Tidur ya tidur saja, kenapa bilang ke saya?” tanya Sean dengan atensi yang tertuju pada macbook. “Saya enggak akan nemenin kamu tidur.” “Saya bilang karena ini kan ruangann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN