Bagian Empat Puluh Delapan

1001 Kata

*** Baru sampai di kamar rawat Paramitha, Isyana sudah mendapat kejutan yang membuat debaran jantungnya tidak menentu. Bukan bangunnya sang ibu dari koma, kejutan yang Isyana terima bisa dibilang buruk, yaitu; kehadiran Sean. Entah sejak kapan pria itu menetap di kamar rawat sang ibu, Isyana tidak tahu. Namun, yang jelas dia shock setelah Sean yang semula duduk membelakangi pintu, menoleh. “Mas.” Dengan raut wajah takut, Isyana memanggil Sean. Tidak langsung diajak bicara, beberapa waktu lalu dia diizinkan untuk menetap di kamar rawat selama sepuluh menit. Fokus dulu pada sang ibu, Isyana keluar setelah waktu yang diberikan Sean habis. Membuka pintu dengan perasaan yang tegang, dia mendapati suaminya itu bersandar pada tembok koridor. “Tutup pintunya biar enggak ada angin masuk,” per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN