*** "Sayang, you okay? Mama perhatiin, kamu kaya lagi mikirin sesuatu deh daritadi. Enggak ada apa-apa, kan?" Ditodong pertanyaan tersebut oleh Atlanna, Sean yang sejak tadi menikmati makanan dengan pikiran penuh, mengangkat pandangan sambil mengunyah pelan. Tidak lagi di kamar, sejak beberapa menit lalu Sean berada di restoran hotel untuk menikmati sarapan bersama kedua orang tuanya. Tanpa Isyana, Sean hanya duduk bertiga dengan Atlanna dan Renan. Jika sejak sarapan, kedua orang tuanya sesekali mengobrol, maka dirinya justru sibuk dengan pikiran sendiri. Bukan memikirkan pekerjaan, yang memenuhi kepala Sean sejak beberapa waktu lalu justru Isyana. Bukan tanpa alasan, Sean memikirkan perempuan itu setelah beberapa waktu lalu dia menemukan kejanggalan pada sang istri. Iseng mengecek lok

