*** “Kamu yakin mau pulang? Saya nggak masalah kalau seandainya kamu mau nginep. Saya bisa siap-siap sendiri pas mau ke kantor.” Sebelum melajukan mobilnya, pertanyaan tersebut Sean lontarkan pada Isyana yang duduk persis di samping kirinya. Malam semakin larut, dia dan sang istri memutuskan untuk pulang. Cukup lama di kamar rawat Paramitha, sebelumnya Sean sudah menawarkan Isyana untuk menginap. Namun, perempuan itu menolak, sehingga sebelum benar-benar meninggalkan rumah sakit, Sean bertanya sekali lagi. “Kenapa diam?” Beberapa detik menunggu jawaban, Sean bertanya lagi usai Isyana tidak memberikan jawaban dan hanya memandangnya dengan raut wajah yang sulit dia artikan. “Kalau saya enggak pulang, nanti orang tuanya Mas curiga,” jawab Isyana. “Saya takut pas pagi, Mama atau Papanya M

