Part 22

868 Kata

Satu-satunya harapan Riri untuk mengetahui kebenaran adalah dengan menghadapi sumber masalah dari rumah tangganya yang baru seumur jagung. Aku menyesap jus jeruk yang sudah tandas setengahnya ke dalam perutku. Aku menatap ke arah pintu masuk. Di sana seorang wanita yang telah kutunggu tiba. Arleta terlihat begitu cantik dan menawan dengan dress ketat selutut yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah. Ketika ia melihatku, ia langsung mengambil duduk di seberangku. Aku terdiam. Bingung ingin memulai dari mana. "Ada apa kamu ingin bertemu denganku?" ucapnya sambil melepas kacamata hitamnya. Tak lama kemudian datang pelayan kafe menanyakan kepada Arleta ingin memesan apa. Setelah mengatakan minuman yang dipesannya, pelayan itu pun pergi. "Hm..well, terima kasih kamu sudah mau datang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN