Pagi ini seperti biasa aku menyiapkan keperluan Andre sebelum sekolah. Tidak lupa menyiapkan sarapan untuk Erick. "Ma, tar aku maunya di jemput Mama dan Papa ya." Andre menatapku dengan wajah memohon. "Lho kenapa? Tumben kamu pengen dijemput mama dan papa? Papakan kerja sayang. Di jemput mama saja ya," bujukku. Tidak biasanya Andre meminta kami menjemputnya bersamaan. Biasanya aku atau Erick jika aku tidak sempat menjemputnya. Erick yang baru saja keluar dari kamar mencium pipiku ketika ia sudah berada dekat denganku di dapur. Ia lalu menatap aku dan Andre bingung. "Ada apa ini? Kok istri dan anakku saling bertatapan?" Ia menatap kami dan meraih kopinya lalu menyesapnya. "Ini..Andre minta kita yang menjemputnya. Bukan aku atau kamu," jelasku. Erick terdiam sebentar, berpikir sejenak.

