GOOD LOOKING TAPI BIKIN PENING

1210 Kata

“Kamu ngapain?” Rinjani yang tengah mengobati luka itu, tiba-tiba terkejut. Karena tak siap, tubuhnya mendadak limbung ke belakang. Secepat itu pula, Sadewa mencekal siku Rinjani lalu hening, hanya tatapan yang saling bertatap di udara. ‘Ya Tuhan, kenapa deg-degan begini?’ Tak sampai lima detik, Rinjani pun tersadar. “Ma-maaf, Pak. Saya cuma mau bantu obati luka Bapak.” ‘Cih! Luka?’ Mendengar kata ‘luka’ mengapa justru menambah rasa sakit di hatinya? Sadewa pun tersenyum pahit. Ia kembali teringat luka yang ditorehkan oleh Chayra. Sementara disaat yang sama Rinjani buru-buru melepas genggaman tangan sang mentor. Ia berdiri sembari membenahi pakaiannya. “Lain kali kamu nggak perlu lakukan ini,” ketus Sadewa yang juga ikut berdiri. Ia melangkah lebih dulu menuju kursinya. Melihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN