MISI PERJODOHAN

1346 Kata

“Lho, buat siapa dong, Pak?” Nada santai yang terlontar seketika hening. Tiba-tiba Rinjani merasa malu karena terlalu percaya diri. Padahal memang belum tentu juga dua makanan yang dipesan untuk berbagi dengannya. Bisa jadi karena kegalauan yang hakiki membuat Sadewa makan dengan porsi lebih banyak? “Kenapa kamu jadi kepo urusan saya?” Dan … bukan Sadewa namanya kalau tidak menjawab pertanyaan itu dengan nada bicara dingin dan wajah ketus. Baru beberapa hari saja, Rinjani sudah hafal karakter sang mentor. Meskipun dingin, tak dapat dipungkiri bahwa Sadewa sangat memikat hati. “Eung, itu ….” Rinjani jadi gugup bukan main. “Sudah jam istirahat, mending kamu cepetan makan karena nanti jam satu ada rapat.” Sadewa menyerahkan kertas yang sudah dicoret-coret pada Rinjani, lalu mengitar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN