TAKDIR

1268 Kata

Lima belas menit berlalu setelah hidangan tersaji. Mereka masih berargumentasi dengan pikiran masing-masing. Sesekali Ammar mencuri pandang pada wanita di hadapannya. Begitupula, Sadewa yang memandang Rinjani dengan penuh tanda tanya. Ada apa ini sebenarnya? Sehari sebelumnya …. “Besok Ibu dan Ayah mau bertemu dengan calon pengganti Chayra. Kamu ikut, ya?” Tepatnya, saat mereka duduk santai setelah acara makan malam keluarga. Saat itu Zivaa hanya memandang tak ingin memberi komentar. Anjani dan Arjuna pun sudah mengatakan siapa calon pengganti Chayra. Sosok perempuan yang pernah ia lihat di foto bersama cucunya. Meski sedikit terkejut, Zivaa tak bisa memaksa. Mereka orang tuanya dan paling tahu tentang putranya. “Calon pengganti apa sih, Bu? Sadewa nggak mau ah!” “Sadewa!” Sang ay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN