BAD DAY!

1310 Kata

“Jangan harap!” Nayyala tertawa mengejek. Dalam hati, ia mencaci maki. Lihat saja nanti! “Sudah, kamu lebih baik pulang sebelum Mas bilang sama Paman Rama.” “Iya-iya ….” Raina buru-buru masuk ke dalam ruangannya setelah selesai mendengar percakapan Sadewa dengan Nayyala. Tak lama setelah duduk, pintu CEO pun terbuka. Nayyala menghentakkan kaki dengan wajah memberengut. Melihat kesombongan sepupunya, ia semakin tertantang untuk membuat Rinjani dan Sadewa bersama. Lagi pula, ia tidak menyukai wanita Jerman itu jadi iparnya. Tiba-tiba terbesit dalam benak untuk bersekutu dengan bibi Anjani. Mengingat sang bibi menyukai Rinjani karena hobi membuat kue, pasti akan memudahkan jalannya pada perjodohan tersebut. “Lihat aja, ya, Mas! Kamu bakal nyesel ngomong begitu!” Nayyala menyeringai.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN