Bulan demi bulan telah terlewati, tak terasa kandungan Tania sudah memasuki usia 34 minggu. Di awal kehamilan, kondisi gadis itu terus memburuk. Dimas teringat akan bujukannya agar istrinya menggugurkan kandungannya saja. "Mengapa kau terus mempertahankannya? Apa yang ingin kau tunjukan?" tanya Dimas menatap tidak tega kondisi Tania yang harus keluar masuk rumah sakit. "Aku ini seorang ibu dan dia adalah anakku. Bahkan jika ia bukan anakku, aku akan terus mempertahankan janin yang tidak berdosa ini. Ia memiliki hak untuk bisa hidup. Tak peduli jika aku harus mati. Bahkan jika aku mati, aku mati dengan bahagia. Lagi pula, itu yang kau inginkan, bukan? Kalau aku mati itu berarti tidak ada alasan lagi hidupmu hancur, karena diriku. Tapi aku mohon, jika aku mati berjanjilah kau akan menjaga

