Dengan gontai kaki Dimas memasuki kamar mayat tempat di mana tersiar kabar salah satu penghuninya adalah istrinya. Ia berkali-kali merapalkan kalau semua itu hanya mimpi. Tania hanya ingin membalasnya dengan permainan ini. Ya, gadis itu pasti membohonginya kembali. Sama seperti gadis itu membohongi dirinya akan keperawanan gadis itu dan kuret yang dijalani gadis itu. "Ini korbannya, Tuan. Apa Tuan ingin melihatnya?" tanya petugas rumah sakit. Dimas tidak mengangguk, tidak pula menggeleng. Pelan-pelan ia meraih selimut putih yang menyelimuti sosok yang ada di dalamnya. Dalam hati ia berharap kalau itu bukanlah istrinya atau jika memang benar itu istrinya, ia berharap di saat ia menyingkap selimut itu istrinya mengagetkannya, lalu terkekeh karena telah berhasil membuat jantungnya nyaris co

