Yuni yang melihat Elia diam saja dengan melihat kepergian sang kaisar pun menatapnya sendu. "Mei mei" Yuni menepuk pundak elia yang masih terus menatap kaisar yang sudah tak terlihat punggungnya. "Aku tak apa jie" Elia menengok dan tersenyum kearah Yuni. Elia pun berbalik lalu membereskan tanaman obat-obatan dan menjemurnya. "Kenapa kau tak menahannya?, agar tak pergi" tanya Yuni menghampiri Elia. "Dia punya kewajiban untuk melindungi rakyatnya jie" ucap Elia santai. "Tapi dia juga punya kewajiban untuk melindungi dan menjaga istrinya" ucap Yuni. "Aku tahu, tapi sekarang keselamatan banyak orang sedang terancam dan dia harus melindunginya" ucap Elia dengan menatap Yuni. "Bukankah kau ingin dia disampingmu saat kau melahirkan nanti" saut Yuni. "Ya dia pernah menjanjikan itu dan aku

