Sama sekali tidak menyangka jika belakangan, rasa sakit hatinya didasari dari salah paham. Kara merasa menyesal karena semuanya terasa sia-sia. Walaupun begitu, dia yakin sekali saat di rumah sakit Mitha membahas soal obat yang harus gadis itu ambil dan meminta Sajak menemaninya. Apakah waktu itu juga karena Mitha sengaja ingin membuat Kara berpikir macam-macam? Namun syukurlah. Karena sekarang semuanya sudah jelas. Kara dan Sajak sudah membicarakan semuanya, termasuk tentang perasaan mereka yang ternyata sama. "Mau makan dulu?" Menoleh pada sosok yang duduk di sampingnya, yang kini berubah status, Kara mengangguk pelan. Rasanya memalukan sekali sudah berteriak beberapa saat lalu dan menuduh Sajak mempermainkan nya. Bahkan Kara tanpa sadar mengatakan bahwa dia menyukai Sajak. Untung saj

