48

1537 Kata

Sejak hidup di dunia ini, baru kali ini Sajak merasa bersemangat lagi setelah kepergian Mamanya. Rumah sepi dan suram yang dia tempati seorang diri, terlihat bagai penuh dengan bunga-bunga. Apalagi ketika dia menatap ke arah layar ponselnya yang sejak tadi dia biarkan menyala. Bibirnya terus saja membentuk senyum yang tak kunjung usai. Bahkan Sajak sendiri merasa lelah karena saking lamanya dia tersenyum. Penyebabnya adalah sebuah pesan balasan yang dikirimkan oleh Kara. Jadi ceritanya, pagi tadi saat bangun tidur, Sajak langsung mengirimkan pesan selamat pagi pada Kara. Dia melakukan itu sebagai bukti bahwa dia dan Kara memang berpacaran. Bukti untuk meyakinkan dirinya sendiri karena takut bahwa yang terjadi tadi malam hanyalah mimpi. Awalnya Sajak mengira bahwa Kara tidak akan membal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN