Adrel dan Eara tidak sadar kalau sudah hampir satu tahun berada di Indonesia. Dan dari teman-temannya itu mereka mengetahui tempat-tempat yang sangat bagus. Keluarga Pramuditya yang sering mengajaknya berlibur kepinggir pantai, atau keluarga Zuldan yang mengajaknya ke perkebunan dan bahkan keluarga Ramond yang sering mengajaknya ke tempat-tempat wisata. Semua tempat memiliki keindahannya masing-masing dan Eara sangat menyukai tempat-tempat di Jakarta. Dan yang sangat mengesankan adalah Eara sudah cukup fasih berbahasa Indonesia. Dan yang paling mengejutkan adalah putranya yang bisa berbahasa Indonesia tanpa belajar. Eara sangat merasa enggan untuk kembali ke Bern. Dia lebih merasa nyaman di Indonesia dari pada di tempat asalnya. Tapi dia harus tetap kembali dan menyelesaikan studynya

