Dera terbangun dengan tubuh yang masih terasa sulit untuk digerakkan. Marchel berada di sampingnya. menggenggam telapak tanganya. Dera berusaha untuk menggerakkan tubuhnya secara perlahan, tapi sepertinya dia tetap mengganggu tidur pria itu. Pria itu terbangun dan berdiri di sisinya. Tangann hangatnya menyentuh pipi Dera, seakan meyakinkan kalau wanita itu baik-baik saja. “ Kamu baik-baik saja? Ada yang sakit? Aku akan panggil dokter sebentar.” Tangan Dera menghentikan langkah Marchel. Pria itu berbalik dan menatap Dera yang seakan tak ingin ia jauh darinya. Marchel menghentikan niatnya, dia duduk di sisi Dera, membelai kepalanya dan mencium keningnya. ”Maafkan aku, seharusnya aku tak membiarkan kamu kembali kesana,” ucap Marchel. “Di sana tempatku, Marchel…” Ken

