Semua kembali pada rutinitas setiap hari. Para pelayan pun beristirahat di ruang makan setelah melakukan pekerjaan sejak pagi. Semua orang memakan makanan dengan lahap, tetapi tidak untuk Eara. Dia hanya berusaha untuk tetap ‘hidup’, tapi sesungguhnya jiwanya sudah hampir mati. Menghindar tidaklah cukup. Karena cepat atau lambat pria itu akan kembali menggunakan kekuasaannya untuk menangkapnya. Tapi untuk beberapa saat Eara bisa sedikit menghela napas, setiap kali seluruh ketakutannya tak menjadi kenyataan. Setiap malam dia selalu mimpi buruk. Dia bermimpi pria itu datang dan kembali menyakitinya. Dan dalam setiap mimpi itu dia selalu menangis dan berteriak, membuat temannya harus membangunkannya dan menenangkan Eara. Dan setelah itu dia tidak akan tertidur lagi. Dia memilih untuk melakuka

