chapter 41

1034 Kata

Eara dan Adrel berlari dilorong rumah sakit. Mereka baru saja mendapatkan kabar dari Marchel Dera akan melahirkan. Setelah menitipkan Fidel pada nyonya Dorothy, Eara dan Adrel segera menuju rumah sakit yang diberitahukan Marchel. Saat melihat Marchel keduanya sama-sama berhenti dan melihat ruang persalinan yang masih tertutup. Adrel memperhatikan wajah Marchel yang terlihat pucat. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada Dera. Bahkan ia tidak ada saat Eara melahirkan, tapi ia sering mendengar soal persalinan. Tidak jarang nyawa akan menjadi taruhan. Adrel duduk di kursi, tangannya yang tak pernah terlipat, kali ini menyatu dan kepalanya tertunduk. Dia meminta pada Tuhan agar ia memberikan keselamatan untuk Dera dan bayinya. Dia ingin membalas seluruh dosa yang pernah dibuatnya.                

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN