Kejutan

843 Kata

“Kamu mau pulang ke rumah bibi kamu? Di saat kondisi kamu kayak gini?” Jeffrey benar-benar marah mendengar pernyataan Vanilla beberapa saat lalu. Dia bilang tidak akan pulang dan hendak pergi ke Solo—kampung halaman mendiang ibunya—untuk tinggal di sana. “Aku nggak punya pilihan,” balas Vanilla lirih. “Punya. Kamu punya,” ucap Jeffrey. “Tapi dengan pergi ke sana, menurut kamu bakal memperbaiki keadaan? Nggak.” “Aku tahu!” “Lalu?” “Aku cuma bingung harus gimana. Aku nggak bisa pulang ke rumah di butik, Mama Amanda pasti bakalan datang. Aku juga nggak bisa tinggal di hotel. Aku benci sendirian di tempat asing.” Jeffrey diam beberapa saat. Berpikir. “Seharusnya kamu minta tanggung jawab Gara untuk nikahin kamu,” ujarnya kemudian, membuat Vanilla menatapnya dengan nanar, tanpa mengataka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN