Lana mengunci pintu dengan segera begitu sampai di kamar. Mengambil testpack di dalam saku, lalu meremasnya kuat-kuat dengan kemarahan, tetapi air mata menetes tiada henti. Kesal dan marah, Lana membuang testpack di tangannya ke dalam tong sampah di sisi ranjang. Rasanya, Lana tak habis pikir, bagaimana bisa... bagaimana bisa Jeffrey melakukan ini padanya? Namun selang beberapa saat, Lana kembali mengambil benda itu. Mendekapnya dengan erat, dan menangis dalam diam. Lana tidak pernah selemah dan se-sensitif ini. Setelah bermenit-menit menangis, dan membiarkan Jeffrey mengetuk pintu tanpa dibuka sejak tadi, Lana akhirnya berdiri. Mengusap wajahnya dengan kasar, lalu merapikan rambut cokelatnya yang sejak tadi tergerai acak-acakan. Lana berjalan menuju westafel di kamar mandi. Mencepol a

