Seminggu sudah semuanya berlalu. Jeffrey dengan kesehariannya yang bekerja seperti orang gila. Pergi pagi, pulang nyaris pagi juga. Berusaha menyibukkan diri dengan apa pun. Dan Lana, dia menghabiskan banyak waktu di rumah. Menjaga ibunya yang masih berduka sepeninggal Ifanov. Lalu merenungi semua yang terjadi. Berusaha memulihkan diri dan berpikir jernih. Saat ini siang hari. Jeffrey tengah memeriksa berkas-berkas yang perlu ditandatangani, meninjau cermat kalimat demi kalimat, hingga sebuah dering ponsel menginterupsi pekerjaan lelaki itu. Ternyata, ponsel pribadinya yang berbunyi. Dari Tyas. “Kenapa, Yas?” jawab Jeffrey segera setelah menggeser tombol hijau. “Sibuk?” Tyas merespon segera. “Yanan rusuh ngajakkin keluar.” Jeffrey menghela napas panjang. Ini pasti hanya akal-akalan Yan

