“Jadi, sekarang apa rencana lo?” Lana menarik napasnya dalam-dalam, membentuk bibirnya menjadi satu garis tipis. “Gue belum bisa ambil keputusan dalam waktu dekat,” jawabnya, “gue masih butuh waktu untuk merenungi semua. Seperti kata lo, gue harus lihat masalah ini dari berbagai sisi dan sudut pandang. Rasanya sulit. Gue terlalu egois untuk mencoba lihat semua kenyataan yang ada.” “Nggak ada orang egois yang ngaku kalau dirinya egois,” gumam Lucas, tanpa mengalihkan atensinya dari jalan. Sementara Lana, seketika dia menoleh pada lelaki yang duduk di balik kemudi itu. “Lalu?” tanyanya. “Entah. Lo pikirin aja dulu semuanya. Meski ego lo tinggi, tapi lo nggak seegois itu juga,” balas Lucas, membuat Lana semakin tidak paham dengan pemikirannya. Lucas memang orang yang santai, tetapi lugas

