Tanggal 2 Desember, 2019. Pukul delapan pagi hari. Jeffrey membuka matanya, meringis nyeri sebab pening yang mendera tiba-tiba. Wajar saja, toh, dia selalu tidur hampir menjelang pagi, dan bangun satu atau dua jam kemudian. Di kantor. Di ruangannya yang pengap. Tak heran dia dipanggil zombie oleh rekan dan juga para pegawai yang mengetahui keadaannya. Mengedarkan pandang ke sekeliling, Jeffrey mengernyit. Hari sudah pagi. Lagi. Entahlah. Setiap hari, setiap kali dia menyadari bahwa hari telah berganti, selalu ada rasa kecewa terselip. Kecewa, dan juga rasa sesal yang tak kunjung usai. Jeffrey menurunkan kaki dari sofa yang menampungnya terlelap setiap malam. Menuangkan segelas air putih di meja lalu menenggaknya hingga tandas, agar begah di perutnya tidak begitu parah. Sebuah ketukan

