Akhir Penantian

1480 Kata

Jeffrey duduk di balik kemudi, diam dengan atensi penuh pada sebuah pemandangan yang membuat dadanya sesak tetapi juga lega di saat yang sama. Lana. Lana-nya baik-baik saja. Dia bisa tersenyum dan tertawa. Diam-diam, Jeffrey tersenyum melihat tawa Lana yang begitu cerah. Merasa dahaganya lenyap hanya dengan tawa itu saja. Tujuh puluh lima hari bukan waktu yang singkat untuk memendam rindu. Memupuk rasa sabar dan pengertian untuk tetap memberi jarak. Sekarang, apa pun keadaannya, Jeffrey ingin mengakhiri momen menyakitkan itu. Mengakhiri jeda yang tak bisa lagi Jeffrey lewati. Sungguh, demi apa pun, Jeffrey merindukan Lana. Sangat rindu, hingga hatinya kebas. Jeffrey turun dari mobilnya saat melihat Lana berdiri sendiri di bahu jalan, sementara Agnes yang tadi berjalan di sisinya pergi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN