Vanila duduk di balkon apartemen. Meminum teh tawar untuk meredakan mual yang masih saja terasa, padahal usia kandungannya sudah hampir lima bulan. Ia mengusap perutnya, tersenyum tipis, tetapi dengan tatapan yang begitu sendu. Bel berbunyi ketika Vanila baru saja hendak membuat sarapan. Terpaksa membuatnya mengurungkan niat tersebut. "Agnes?" Vanila menatap lekat pada gadis berbadan mungil dengan rambut hitam lurus sepinggang yang berdiri di depannya. "Ada apa?" tanya Vanila ramah. "Cuma disuruh Kak Gara buat nganter sarapan dan makan siang. Jangan lupa dihabisin, aku dateng ke sini di sela ngerjain tugas," ujar Agnes, terdengar agak ketus. Sebenarnya, hubungan Vanila dengan Agnes tidak pernah baik. Awalnya memang, Vanila mengenal Agnes sebagai adik tiri Jeffrey. Jeffrey tidak pernah

