Tubuh Jeffrey bergetar panik. Dia sudah berkali-kali berusaha merobohkan pintu kamar mandi yang menyembunyikan Lana di dalamnya. Tapi hasilnya nihil. Pintu itu terlalu kokoh untuk dihancurkan dengan tangan kosong. Bodohnya, saking paniknya saat itu, sampai tidak ingat bahwa dia bisa menelpon pihak hotel dan meminta mereka untuk membantunya. "Lana! Kamu masih bertahan, kan?" pekik Jeffrey. Kewarasan pria itu akhirnya sedikit pulih. Dia berjalan menuju nakas, mengambil telepon dan segera menghubungi pihak hotel, meminta bantuan. Jelas saja dengan tangan bergetar dan napas yang sudah tidak teratur. Bahkan untuk sesaat, dia lupa menggunakan bahasa Prancis saking paniknya. Sehingga membuat pihak hotel yang mengangkat sempat bicara berkali-kali bahwa dia tidak mengerti bahasa yang dipakai Jeff

