Tidak Sendiri Lagi

1118 Kata

Saat Sania pulang bekerja, pandangannya langsung di sambut aktivitas Dinar yang sedang memakai masker wajah dan berselancar ria di online shop. Hati Sania kian dongkol melihatnya. Saat ia pulang dalam keadaan capek, bisa-bisanya Dinar santai-santai begitu. "Pemalas banget sih! Kerjaannya cuma rebahan main hp aja!" hardik Sania sambil melipat kedua tangannya di d**a. "Sirik bilang," balas Dinar santai. Kini ia mencopot masker di wajahnya lalu meminum jus jeruk segar. Panas-panas memang paling top minum yang manis asem dingin. "Sirik? Ya kali ya Mbak. Mending capek kerja dari pada mbak cuma mengharapkan uang suami. Gak ada mandirinya banget." Dinar memutar bola matanya malas. "Suami Mbak mampu menafkahi, kenapa mbak harus kerja?" balasnya. "Mau sampai kapan kamu bergantung pada suami

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN