"Hari ini kamu sepertinya tidak fokus." Yuda mendongak. Pak Anwar duduk di depan Yuda yang sedari tadi melamun. "Maaf, Pa. Ada sedikit masalah," balas Yuda lalu meraih tablet yang Papa nya berikan. "Sedang ada masalah dengan Dinar?" tebak beliau. Yuda hanya membalas dengan senyum simpul. Jarinya mulai fokus pada layar tablet itu melihat semua isinya dengan mata jeli dan otak yang berfikir keras menemukan jalan solusi. "Pernikahan kamu dengan Dinar memang tampak tidak bisa berjalan baik ya? Kalian juga baru kenal saat menikah," kata Pak Anwar. Yuda mengalihkan fokus dari tabletnya. "Pernikahan kami berjalan baik, Pa. Aku dan Dinar menikmati saat kami saling melengkapi dan menjalani pernikahan itu," balas Yuda. "Terus? Kenapa keliatannya kamu jadi banyak pikiran? Sejak awal papa berit

