54

925 Kata

‘Kreyt,’ Pintu kamar mandi terbuka, Kaena hampir saja tercicit saat melihat Kael di sana yang dengan langkah cepat membungkam mulut Kaena dengan lidahnya. “Milikku,” Ucap Kael yang membuat Kaena bergindik ngeri. Ayolah, Kaena hanya ingin hidup bahagia, kenapa Kael mempersulit dirinya. Apa yang sebenarnya dia pikirkan? Apa pria itu akan menghabiskan masa hidupnya dengan menggoda Kaena seperti ini? dia terus mendorong tubuh Kael tapi pria itu sungguh tangguh. Kini tangan Kael sudah meremat aset milik Kaena dengan gerakan memijit. Dia lagi-lagi mengerang, dia merutuki Kael. Sampai kapan pria ini akan seperti ini padanya. Kaena memukul d**a Kael saat handuknya kini mulai jatuh. Tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun. Kael memajukan wajahnya, seperti orang gila melumat dan mengahantam aset

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN