Sinar dan Arsenil tak bisa menahan diri mereka. Dua anak manusia itu masih terus saja bertengkar tanpa bisa di lerai sedikit pun. Padahal Arsenil memiliki banyak permasalahan tapi dia masih sempat pergi menemui Sinar yang kini kuliah di kampus yang masih berada dalam satu kota. “Aku ingin bicara denganmu, beri aku kesempatan kenapa masih berkeras ingin bersikap seperti ini?! lihatlah orang menatap ke arah kita. Apa kau tak malu sama sekali, Sinar.” Gadis itu mengangkat wajahnya. “Aku malu karena kalian mengundang setiap wanita datang memamerkan diri. Ini tidak benar! Dan itu salah kalian, kenapa harus aku yang merasa takut dan menghindar di saat kalian lah yang membuat permasalahan! Datang ke kampus dengan menggunakan mobil ini adalah hal yang tak wajar. Ini hanya Universitas kecil, bukan

